Ayat Inti:
"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
— Amsal 3:5–6
Ada kalanya kita dapat melihat dengan jelas bagaimana Tuhan memimpin hidup kita. Namun ada juga saat-saat ketika jalan di depan tampak gelap. Kita berdoa, tetapi jawabannya belum datang. Kita berharap, tetapi keadaan belum berubah. Kita bertanya, tetapi langit seolah tetap sunyi.
Di saat-saat seperti itulah iman diuji.
Percaya kepada Tuhan bukan berarti kita selalu memahami rencana-Nya. Justru sering kali iman berarti tetap melangkah ketika kita belum melihat akhirnya. Nuh membangun bahtera sebelum hujan turun. Abraham meninggalkan negerinya tanpa mengetahui ke mana Tuhan akan membawanya. Bangsa Israel berjalan mengelilingi Yerikho selama enam hari tanpa melihat sedikit pun perubahan pada tembok kota itu.
Mereka semua memiliki satu kesamaan: mereka memilih percaya sebelum melihat hasilnya. Sabat setiap minggu mengajarkan pelajaran yang sama.
Ketika kita berhenti bekerja pada hari yang telah Tuhan kuduskan, kita sedang menyatakan bahwa hidup kita tidak bergantung semata-mata pada usaha kita, tetapi pada pemeliharaan Tuhan. Sabat menjadi latihan iman. Kita menyerahkan waktu kita kepada Tuhan karena kita percaya bahwa Dia sanggup mencukupkan segala kebutuhan kita.
Mungkin minggu ini ada doa yang belum dijawab. Mungkin ada pergumulan keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau kesehatan yang masih membuat hatimu gelisah. Tuhan tidak menegurmu karena memiliki pertanyaan. Namun Dia mengundangmu untuk tetap mempercayai-Nya.
Ingatlah bahwa Tuhan melihat seluruh perjalanan hidupmu, sedangkan kita hanya melihat satu tikungan di depan. Apa yang tampak sebagai penundaan di mata kita, bisa jadi merupakan persiapan menurut hikmat Tuhan. Apa yang kita anggap sebagai jalan buntu, mungkin sedang Tuhan ubah menjadi jalan yang lebih baik.
Saat matahari terbenam dan Sabat dimulai, biarlah segala kegelisahan ikut tenggelam bersama berlalunya minggu yang telah dilewati. Masuklah ke dalam Sabat dengan hati yang tenang, bukan karena semua persoalan telah selesai, tetapi karena Tuhan yang memegang hidupmu tidak pernah berubah.
Dia tetap setia, janji-Nya tetap teguh, kasih-Nya tetap sama dan Dia akan menuntunmu selangkah demi selangkah hingga akhir perjalanan.
🌿 Renungan untuk Diresapkan
Sabat mengingatkan kita bahwa kita tidak dipanggil untuk mengetahui seluruh rencana Tuhan. Kita dipanggil untuk mengenal Pribadi yang memegang rencana itu.
Jika kita mengenal Dia, kita dapat tetap tenang sekalipun belum mengerti.
🙏 Doa
Bapa di Surga, terkadang aku ingin mengetahui seluruh jawaban atas pertanyaanku. Namun hari ini aku memilih untuk mempercayai-Mu. Ajarku untuk bersandar pada hikmat-Mu, bukan pada pengertianku sendiri. Ketika aku memasuki Sabat ini, biarlah damai-Mu memenuhi hatiku dan mengingatkanku bahwa Engkau selalu memegang kendali. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Selamat Sabat, Semuanya. 🤍
Kiranya Sabat ini menjadi kesempatan untuk kembali merasakan bahwa di balik setiap pertanyaan hidup, ada Bapa yang mengasihi, memelihara, dan tidak pernah gagal menepati janji-Nya.
