Suatu saat aku bertanya dalam hati:
Mengapa kasih membuat Anak Allah mati di salib?
Sebegitu besar kasih yang diberikan untuk ciptaan yang selalu memberontak.
Layakkah? Layakkah darah suci-Nya tercurah untuk Dunia yang telah jatuh?
Kasih itu, telah mempesonaku dengan sangat.
Layakkah?
Layakkah aku mendapatkan kasih yang besar itu?
Seringkali aku menyakiti hati suci itu.
Layakkah?
Layakkah aku menghampirinya hadiratNya yang suci?
Dosaku terlalu banyak untuk mendapatkan kasih dan pengampunan dariNya.
Tapi aku dilayakkan-Nya, oleh karena kasih karunia-Nya.
Tak putus-putusnya aku mengucapkan syukur dan puji-pujian atas kasih karunia yang telah Ia berikan.
Terima kasih atas Roh Kudus yang selalu menyentuh hati yang hampir hilang ini.
Apakah dunia ini masih mengingat kasih yang telah diberikan surga kepada kita semua?
Ataukah dunia semakin jauh meninggalkan kasih yang indah itu dan menambah dosa-dosanya sehingga dunia semakin kotor oleh dosa?
Dia akan segera kembali, bukan untuk mengorbankan nyawa-Nya lagi. Tapi untuk membawa upah bagi dunia ini.
Apakah upah yang akan kita dapatkan? Apakah kamu akan selamanya bersama-Nya, ataukah kita akan binasa karena masih bertahan dengan jalan yang penuh dosa?
Lihatlah hatimu, serahkan kepada Dia yang sanggup mengubahnya. Biarkan Dia masuk ke dalam hati dan hidupmu. Biarkan Dia merubah segalanya yang ada didalam dirimu.
Dan kau akan melihat kasih yang tak terbatas itu menyentuh hatimu. Percayalah bahwa Dia akan selamanya mengasihimu dengan masih yang takkan pernah kau dapatkan dari dunia ini.

No comments:
Post a Comment