(2 Timotius 3:16)
Ketika manusia jatuh ke dalam dosa karena memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, sejak saat itu manusia mengenal perbedaan antara kebaikan dan kejahatan. Namun, mengenal keduanya ternyata tidak membuat manusia selalu mampu memilih yang benar. Dosa mengaburkan hati dan pikiran, sehingga manusia sering kali menyebut yang jahat sebagai baik dan menganggap yang baik sebagai sesuatu yang tidak lagi penting.
Karena itulah Sang Pencipta tidak membiarkan manusia berjalan tanpa penuntun. Ia memberikan sebuah buku yang menjadi kompas bagi kehidupan. Berabad-abad lamanya buku itu ditulis dan dipelihara agar setiap generasi memiliki pedoman untuk membedakan yang benar dari yang salah, yang kudus dari yang najis, dan jalan kehidupan dari jalan kebinasaan.
Mereka yang mengasihi Sang Pencipta akan mencintai buku itu. Mereka akan membukanya ketika mencari jawaban, membacanya ketika hati gelisah, dan merenungkannya ketika harus mengambil keputusan. Sebaliknya, banyak orang terlalu sibuk mengejar dunia hingga buku itu dibiarkan tertutup, berdebu, bahkan terlupakan. Tanpa disadari, ketika penuntun itu ditinggalkan, ukuran tentang benar dan salah pun mulai berubah mengikuti keinginan manusia.
Sedikit demi sedikit, manusia menetapkan hukumnya sendiri. Apa yang dahulu dianggap dosa kini dipandang biasa. Apa yang dahulu ditolak kini dirayakan. Manusia merasa dirinya cukup bijaksana untuk menentukan mana yang baik dan mana yang jahat, padahal hikmat sejati berasal dari Sang Pencipta.
Akan tiba saatnya setiap orang berdiri di hadapan Dia yang menciptakan langit dan bumi. Pada hari itu, bukan kekayaan, kepandaian, ataupun kedudukan yang menjadi ukuran, melainkan apakah kita telah hidup menurut kehendak-Nya.
Tahukah engkau buku yang dimaksud?
Buku itu mungkin sudah ada di rumahmu. Mungkin juga sedang berada di tanganmu sekarang. Buku itu adalah Alkitab—firman Tuhan yang diberikan sebagai penuntun bagi manusia sejak dunia jatuh ke dalam dosa.
Karena itu, jangan biarkan buku itu hanya menjadi penghias rak atau sekadar dibuka pada hari-hari tertentu. Bacalah setiap hari. Pelajarilah dengan sungguh-sungguh. Hidupilah setiap ajarannya. Sebab ketika hari penghakiman itu tiba, firman yang selama ini engkau kasihi akan menjadi pelita yang menuntun langkahmu, dan oleh kasih karunia Tuhan engkau akan berdiri teguh di hadapan hadirat-Nya.

No comments:
Post a Comment