Ayat Inti
"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya."
— Pengkhotbah 3:1
Setiap minggu kita membuat banyak rencana. Ada yang berhasil, ada pula yang tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Kadang kita bertanya, "Tuhan, mengapa belum sekarang? Mengapa doaku belum dijawab?"
Sering kali kita mengukur waktu menurut jam kita sendiri. Namun Tuhan bekerja menurut hikmat-Nya yang sempurna. Apa yang tampak sebagai penundaan bagi kita belum tentu merupakan keterlambatan di mata Tuhan.
Di dalam Alkitab, banyak tokoh harus menunggu. Abraham menunggu puluhan tahun sebelum melihat penggenapan janji tentang seorang anak. Yusuf harus melewati sumur, perbudakan, dan penjara sebelum menjadi pemimpin di Mesir. Bahkan para murid harus menunggu dengan setia sebelum menerima pencurahan Roh Kudus.
Mereka semua belajar satu pelajaran yang sama: Tuhan tidak pernah datang terlalu cepat atau terlalu lambat. Dia selalu bertindak pada waktu yang terbaik.
Sabat setiap minggu mengingatkan kita akan kebenaran itu. Ketika kita berhenti dari pekerjaan dan kesibukan, kita sedang menyatakan bahwa hidup kita tidak dikendalikan oleh rasa tergesa-gesa, melainkan oleh Tuhan yang memegang waktu.
Mungkin minggu ini ada doa yang masih menunggu jawaban. Mungkin ada pergumulan yang belum menemukan jalan keluar. Saat memasuki Sabat, bawalah semuanya kepada Tuhan. Biarkan Sabat menjadi pengingat bahwa Dia tetap bekerja, bahkan ketika kita belum melihat hasilnya.
Iman bukan hanya percaya ketika mukjizat sudah terjadi. Iman juga berarti tetap percaya ketika Tuhan masih sedang bekerja di balik layar.
Hari ini, beristirahatlah dalam janji-Nya. Tuhan yang memimpin hidupmu tidak pernah terlambat.
πΏ Renungkan
Apakah ada sesuatu yang sedang kamu tunggu dari Tuhan? Gunakan waktu Sabat ini untuk menyerahkannya kembali kepada-Nya dan memilih percaya bahwa waktu-Nya selalu yang terbaik.
π Doa
Bapa di Surga, terima kasih karena Engkau memegang setiap musim dalam hidupku. Ajarku untuk tidak menjadi gelisah ketika jawaban-Mu belum datang. Berikan aku hati yang sabar, iman yang teguh, dan damai yang hanya berasal dari-Mu. Saat aku memasuki Sabat ini, biarlah aku beristirahat dalam kasih dan pemeliharaan-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.
Selamat memasuki Sabat. π€
Kiranya damai Kristus memenuhi hatimu, menguatkan imanmu, dan mengingatkanmu bahwa Tuhan selalu setia pada setiap janji-Nya. πΏπ
No comments:
Post a Comment